Hipertensi di Usia Muda

Masih ABG Tapi Tensi Darah Sudah Tinggi ? Kenali Faktor Penyebabnya

Sekilas tentang hipertensi (HTN) atau tekanan darah tinggi, adalah kondisi medis kronis dengan tekanan darah di arteri meningkat. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah.

Hipertensi di Usia Muda

Sebelumnya kami mengucapkan selamat datang dan terimakasih telah mengunjungi website kami di www.goldengamat.biz pada kesempatan ini kami akan membahas keluhan dari penyakit yang dialami masyarakat Indonesia pada umumnya salah satunya penyakit hipertensi atau darah tinggi yang banyak dijumpai pada penderitanya, yuk simak artikel nya.

Penyakit darah tinggi atau hipertensi ternyata mulai mengintai usia anak dan remaja. Tekanan darah tinggi pada usia dini dapat berakibat serius pada proses belajar dan tumbuh kembang anak.

Hipertensi di Usia MudaPadahal penyakit hipertensi lebih dikenal sebagai penyakit orang tua. Akan tetapi, kasus hipertensi pada remaja dan anak-anak bukanlah sebuah mitos belaka. Data dari Riset Kesehatan Dasar 2013 menunjukkan bahwa dari 25,8 persen total kasus hipertensi nasional, setidaknya 5,3% di antaranya dipegang oleh remaja berusia 14-18 tahun (laki-laki 6% dan perempuan 4,7%). Secara tidak langsung, angka ini turut menyumbang kepada peningkatan kasus hipertensi secara global di masa depan. WHO memprediksi pada tahun 2025 akan ada sebanyak 29% orang dewasa di seluruh dunia terkena hipertensi.

Beberapa Bukti Terkait Hipertensi di Usia Muda

“Kami telah melihat peningkatan tekanan darah anak-anak selama dekade terakhir ini,” Dr. Joshua Samuels, seorang profesor pediatri di McGovern Medical School dan UT Health Houston, Texas. “Itu mungkin terkait dengan epidemi obesitas pada anak-anak yang disebabkan oleh penerapan gaya hidup sehari-hari.” “Hipertensi memang mulai ditemukan pada usia muda, tapi belum menjadi kekhawatiran,” Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI Tjandra Yoga Aditama pada peringatan Hari Kesehatan Dunia, Kamis (4/4/2013).

Apa Saja Faktor Penyebab Hipertensi di Usia Muda?

Kelebihan Berat Badan atau Obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas adalah kondisi di mana berat badan seseorang melebihi berat badan idealnya. Jika hal tersebut terjadi kepada Anda maka Anda harus berhati-hati akan datangnya penyakit hipertensi ini.

Hubungan antara obesitas dengan hipertensi adalah adanya penumpukan mineral-mineral di dalam tubuh. Penumpukan mineral ini – khususnya lemak – membuat kinerja jantung lebih keras dalam memompa darah. Saat jantung bekerja terlalu keras untuk memompa darah maka akan timbul penyakit-penyakit yang mengiringinya, salah satunya hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Keturunan atau Genetis

Keberadaan faktor keturunan atau genetis dalam penyebab munculnya penyakit darah tinggi memang sedang dalam perdebatan atau penelitian lebih lanjut, fakta mengatakan bahwa penyakit darah tinggi terkesan menurun dari orang tua kepada keturunan-keturunannya.

Selain dari orang tua ke keturunan (anak-anaknya), penurunan penyakit darah tinggi ini juga muncul dan timbul di dalam diri saudara kembar identik. Statistik kesehatan menyebutkan bahwa sangat banyak kasus penurunan penyakit darah tinggi dari orang tua ke anak maupun diantara saudara kandung.

Pola Makan yang Buruk

Faktor utama yang menyebabkan banyak penyakit datang di dalam diri seseorang adalah zat atau nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya. Dalam hal ini, zat atau nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya berpotensi menimbulkan banyak hal yang berkaitan dengan kesehatan orang tersebut. Jika Anda memakan makanan yang mengandung zat atau nutrisi yang baik maka Anda akan mengalami kesehatan yang prima. Sebaliknya, jika Anda mengonsumsi makanan yang mengandung zat berbahaya maka tubuh Anda akan terancam kesehatannya.

Konsumsi Rokok yang Berlebihan

Faktor risiko pengidap penyakit tekanan darah tinggi akan lebih tinggi di dalam diri seorang perokok. Perokok di sini diartikan seseorang yang menghirup asap rokok baik secara aktif maupun pasif. Kedua jenis perokok ini memiliki risiko yang hampir sama dalam hal penyakit darah tinggi. Oleh sebab itu, Anda harus berhati-hati dan lebih baik menghindari pemakaian asap rokok baik secara aktif maupun pasif.

Keberadaan zat-zat berbahaya pada rokok (tar, nikotin dan lain sebagainya) memicu tumbuhnya penghambat jalan darah di dalam pembuluh darah sendiri. Jika hal ini terjadi maka Anda perlu berhati-hati. Hal ini bisa memicu kegagalan jantung karena jantung bekerja terlalu keras dalam melakukan tugasnya memompa darah. Jika sudah demikian risiko terkena penyakit darah tinggi atau hipertensi akan semakin besar di dalam diri Anda.

Konsumsi Alkohol

Konsumsi makanan atau zat-zat yang mengandung alkohol ini menyebabkan timbunan zat basa di dalam tubuh yang akan menimbulkan timbunan di dalam dinding-dinding pembuluh darah.

Tumpukan yang lebih tebal di sepanjang pembuluh darah ini (terutama pembuluh darah jantung / arteri) akan menimbulkan tekanan yang kuat pada aliran darah di seluruh bagian tubuh manusia. Jika manusia memiliki tekanan yang kuat di sepanjang pembuluh darahnya maka akan terjadi pecahnya pembuluh darah dan mengakibatkan pendarahan.

Kurangnya Kegiatan Gerak Badan atau Olahraga

Kegiatan olahraga merupakan sebuah kegiatan yang sangat penting bagi manusia. Dengan menjalankan kegiatan ini maka secara langsung Anda akan melatih kebugaran dan menyegarkan kondisi otot-otot pada tubuh Anda. Selain itu, secara tidak langsung Anda juga melatih dan menyegarkan pikiran serta mental Anda. Penyegaran pikiran dan mental Anda akan membuat Anda terhindar dari depresi atau stres akibat tekanan dari luar diri Anda.

Secara spesifik, kegiatan olahraga yang cukup dan teratur akan membuat regulasi sistem tubuh Anda bekerja dengan normal dan teratur. Normalnya regulasi sistem di dalam tubuh Anda akan membuat seluruh aliran atau kinerja di dalam tubuh Anda berjalan normal. Dengan normalnya sistem di dalam tubuh Anda akan membuat tubuh Anda dapat melakukan metabolisme yang cukup baik. Oleh sebab itu, Anda perlu memiliki waktu olahraga dan melatih tubuh Anda secara teratur dan rutin.

Terlalu Banyak Asupan Kafein Dalam Tubuh

Konsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein berlebih akan menimbulkan dampak buruk bagi tubuh Anda. Konsumsi kafein yang berlebihan akan mengakibatkan detak atau denyutan jantung yang semakin cepat. Denyutan jantung yang semakin cepat akan membuat pompaan darah semakin cepat sehingga akan meningkatkan tekanan darah di sepanjang aliran darah.

Depresi atau Tekanan Mental (Stres dan Gelisah)

Tekanan pada mental di usia muda juga merupakan sebuah faktor risiko yang berpotensi tinggi meningkatkan risiko tekanan darah tinggi di dalam seseorang. Faktor ini memang tidak berkaitan langsung dengan kemunculan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Namun demikian, munculnya tekanan darah tinggi juga dipengaruhi oleh adanya faktor non fisik atau psikis yang kurang baik.

Kualitas pikiran dan mental yang baik akan membuat regulasi tubuh yang baik. Sebaliknya, kualitas pikiran dan mental yang buruk akan membuat regulasi tubuh yang buruk. Buruknya regulasi tubuh akan mempengaruhi kondisi metabolisme di dalam tubuh itu sendiri. Dalam hal ini, kualitas pompaan jantung dan tekanan darah kepada dinding pembuluh darah juga sangat dipengaruhi oleh kualitas mental seseorang.

Konsumsi Garam Berlebihan

Konsumsi kandungan garam pada makanan dalam jumlah berlebih merupakan salah satu kebiasaan buruk yang perlu dihilangkan. Kadar garam yang berlebihan akan membuat penyerapan air di dalam tubuh terhambat. Hal ini akan berpengaruh ke dalam kinerja ginjal. Kinerja ginjal yang terganggu akan mengganggu kinerja organ lain salah satunya organ pemompa darah.

Dengan adanya kadar garam yang tidak berhasil dibuang oleh ginjal maka garam tersebut akan disebarkan kembali oleh aliran darah yang akan membuat penumpukan di dinding pembuluh darah. Penumpukan ini akan menyebabkan tekanan pada dinding pembuluh darah semakin menguat oleh darah itu sendiri sehingga menimbulkan penyakit darah tinggi.

Kurang Minum Air Putih (Kekurangan Cairan Tubuh)

Cairan tubuh sangat penting dalam regulasi atau pergerakan darah di dalam aliran darah itu sendiri. Salah satu cairan tubuh yang krusial untuk dipenuhi oleh manusia adalah air putih sehingga kebutuhan akan air putih harus dipenuhi setiap harinya. Anda disarankan meminum air putih sebanyak 2 liter atau 8 gelas setiap harinya agar kabutuhan akan cairan tubuh dapat terpenuhi.

Kekurangan Konsumsi Sayuran dan Buah

Sayur dan buah-buahan merupakan produk makanan yang berguna bagi tubuh. Salah satu guna sayur dan buah adalah memenuhi suplai serat dalam tubuh. Suplai serat di dalam tubuh akan memperlancar aliran darah sehingga berpotensi menurunkan tekanan darah.


Itu beberapa faktor yang memicu penyakit hipertensi pada usia muda, kami merekomendasi anda yang menderita penyakit hipertensi atau darah tinggi dengan mengkonsumsi obat herbal, nah salah satu obat herbal yang anda harus pilih adalah obat tradisional Golden Gamat Mitoha yang khasiat nya sudah terbukti ampuh, terbuat dari mahluk ajaib yaitu teripang emas, dimana sangat banyak kandungan yang sudah diracik khusus untuk menyembuhkan penyakit hipertensi, untuk mengetahui lebih dalam mengenai penyakit hipertensi anda bisa mengunjungi halamin dari link berikut

 >>> Obat Hipertensi Golden Gamat Mitoha <<<

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *